Qaluku

Qaluku VCO Monitor

PT. Qaluku Agro Nusantara · Cold Process Super Premium

Standard Operating Procedure

8 Tahap Cold Process Qaluku

Dokumen teknis ini merinci setiap tahapan produksi VCO super premium Qaluku — dari penerimaan kelapa hingga pengemasan — lengkap dengan indikator waktu, suhu target, dan parameter pengendalian mutu (QC) untuk tiap tahap.

Total Durasi

~28 jam

siklus penuh

Suhu Maksimum

45°C

ekstraksi santan

Parameter QC

24+

diukur per batch

Pemanasan

Tidak Ada

cold process murni

1

Penerimaan & Sortasi Kelapa

Raw Material Control — Gate pertama kualitas

30 menit
Suhu ruang (25–30°C)

Kelapa segar diterima dari kebun mitra lokal. Setiap butir diperiksa visual dan fisik: umur optimal 11–12 bulan, bobot minimal 1,5 kg, kulit bersih, tidak ada tanda busuk atau retak. Kelapa yang tidak lolos sortasi langsung dipisahkan dan dicatat untuk pelacakan pemasok.

Parameter Produksi

Jumlah kelapa diterima
1.200butir
Umur kelapa
11–12bulan
Bobot rata-rata
≥ 1,5kg
Tingkat reject
≤ 3%

Parameter QC / Pengendalian Mutu

Umur kelapa (pemotongan empiris)
11–12bulan
Bobot per butir
≥ 1,5kg
Integritas kulit (tidak retak/busuk)
100% lolos
Kadar air kelapa (estimasi)
Normal
Kelapa yang umurnya di bawah 10 bulan atau di atas 13 bulan akan menghasilkan minyak dengan profil MCT yang kurang optimal. Reject > 3% memicu evaluasi ulang pemasok.
2

Pengupasan & Pemecahan

Preparation — Memisahkan komponen kelapa

1 jam
Suhu ruang (25–30°C)

Pengupasan sabut dilakukan manual untuk meminimalkan kontaminasi mekanis. Tempurung dipecah dan air kelapa dipisahkan untuk produk sampingan. Daging kelapa dipisahkan dari tempurung dengan cangkuk stainless. Target hasil daging ~20% dari bobot total kelapa.

Parameter Produksi

Hasil daging kelapa
~ 20% bobot
Air kelapa terpisah
180L (est.)
Tingkat reject (daging rusak)
≤ 3%
Kebersihan permukaan kerja
Steril

Parameter QC / Pengendalian Mutu

Hasil daging vs bobot total
18–22%
Kontaminasi sabut/tempurung
0%
Kebersihan peralatan
Tercuci
Waktu tunggu sebelum parut
≤ 30menit
Daging kelapa tidak boleh menunggu lebih dari 30 menit setelah pemecahan sebelum diparut, untuk mencegah oksidasi awal dan penurunan kualitas minyak.
3

Pemarutan Daging Kelapa

Size Reduction — Memaksimalkan ekstraksi

45 menit
≤ 28°C (suhu ruang)

Daging kelapa diparut menggunakan mesin parut stainless dengan saringan 1–2 mm. Kehalusan parutan menentukan luas permukaan kontak dengan air saat ekstraksi santan. Suhu ruang harus dijaga ≤ 28°C agar enzim lipase alami tidak aktif terlalu dini.

Parameter Produksi

Kehalusan parutan
1–2mm
Suhu ruang
≤ 28°C
Hasil parutan
≥ 95% dari daging
Kebersihan mesin parut
Steril

Parameter QC / Pengendalian Mutu

Kehalusan (saringan 1–2 mm)
1–2mm
Suhu ruang selama parut
≤ 28°C
Warna parutan
Putihkrem
Bau parutan
Segarkelapa
Parutan yang berubah warna kekuningan atau berbau tengik menandakan oksidasi awal. Parutan tersebut harus dibuang dan tidak diproses lebih lanjut.
4

Ekstraksi Santan

CRITICAL CONTROL POINT

Extraction — Memperoleh krim santan kental

1,5 jam
Air 35–45°C

Parutan diperas dengan air pada rasio 1:1. Suhu air dikontrol di 35–45°C — cukup hangat untuk membantu ekstraksi lemak kelapa, tetapi tidak panas merusak. Hasilnya adalah santan kental yang akan difermentasi. Jangan gunakan air > 50°C karena dapat denaturasi protein dan mengubah profil minyak.

Parameter Produksi

Rasio air : parutan
1 : 1
Suhu air ekstraksi
35–45°C
Volume santan dihasilkan
~ 360L
Kekekentalan santan
Kental

Parameter QC / Pengendalian Mutu

Suhu air saat ekstraksi
35–45°C
Rasio air : parutan
1 : 1
Warna santan
Putihkrem
pH santan awal
6,0–6,5
CRITICAL CONTROL POINT #1: Suhu air ekstraksi TIDAK BOLEH melebihi 50°C. Jika terjadi, batch ditandai dan dilakukan evaluasi dampak terhadap kualitas akhir sebelum melanjutkan ke fermentasi.
5

Fermentasi Dingin (Cold Process)

CRITICAL CONTROL POINT

Cold Fermentation — Jantung proses Qaluku

18–24 jam
26–30°C (tanpa pemanasan)

Tahap kritis Qaluku. Santan kental dibiarkan difermentasi secara alami oleh mikroflora asam laktat yang ada pada kelapa segar. Tanpa pemanasan eksternal, minyak kelapa perlahan-lahan terpisah dari blondo (endapan protein) dan air. Suhu dan durasi dikontrol ketat agar tidak terjadi over-fermentasi yang menaikkan peroksida.

Parameter Produksi

Suhu inkubasi
26–30°C
Durasi fermentasi
18–24jam
pH krim akhir
4,0–4,5
Minyak terpisah
~ 62L

Parameter QC / Pengendalian Mutu

Suhu inkubasi (catatan per 2 jam)
26–30°C
pH krim (awal → akhir)
6,0 → 4,0–4,5
Bau fermentasi
Asamsegar
Pemisahan minyak-blondo
Jelas
CRITICAL CONTROL POINT #2: Jika suhu inkubasi turun di bawah 26°C, perpanjang durasi maksimal 2 jam tambahan. Jika naik di atas 30°C, lakukan pendinginan ruangan. Tidak boleh ada pemanasan eksternal apapun pada tahap ini.
6

Penyaringan & Penjernihan

Filtration — VCO jernih bebas partikel

1 jam
Suhu ruang (25–30°C)

Minyak mentah yang terpisah dari fermentasi disaring secara bertingkat. Filter pertama 5 µm menangkap partikel blondo kasar. Filter kedua 1 µm menghilangkan partikel halus dan memastikan minyak benar-benar jernih. Penyaringan tidak menggunakan panas — hanya gravitasi dan tekanan ringan.

Parameter Produksi

Filter tahap 1
5µm
Filter tahap 2
1µm
Kecepatan aliran
Pelan
Volume minyak tersaring
~ 60L

Parameter QC / Pengendalian Mutu

Integritas filter (tidak bocor)
Lolos
Kejernihan visual
Jernihbening
Endapan setelah 15 menit
0%
Warna
Jernihkuning muda
Filter harus diganti setiap batch untuk mencegah kontaminasi silang. Jika kejernihan tidak tercapai setelah filter 1 µm, ulangi penyaringan dengan cartridge baru.
7

Uji Mutu Laboratorium (QC)

CRITICAL CONTROL POINT

Quality Assurance — Verifikasi sebelum rilis

2 jam
25°C (ruang lab)

Setiap batch diuji di laboratorium internal Qaluku sebelum rilis. Parameter yang diuji: kadar air (metode Karl Fischer), asam lemak bebas / FFA (titrimetri), bilangan peroksida (iodometri), dan uji organoleptik (warna, bau, rasa) oleh panel terlatih. Ambang batas Qaluku lebih ketat dari SNI.

Parameter Produksi

Suhu ruang lab
25°C
Jumlah sampel
3botol per batch
Waktu pengujian
2jam
Dokumentasi
Lengkap

Parameter QC / Pengendalian Mutu

Kadar air (Karl Fischer)
≤ 0,2%
Asam lemak bebas (FFA)
≤ 0,2%
Bilangan peroksida
≤ 2,0mek/kg
Warna
Jernih
Bau
Kelapasegar
Rasa
Netraltanpa tengik
CRITICAL CONTROL POINT #3: Batch yang tidak lolos parameter apapun langsung ditandai QC Hold. Sampel diambil dari tiga titik berbeda dalam wadah fermentasi untuk memastikan homogenitas.
8

Pengemasan Steril & Pelabelan

Packaging — Proteksi akhir sebelum distribusi

1,5 jam
Suhu ruang bersih (20–25°C)

Botol kaca steril (250 ml) diisi dengan VCO yang lolos QC dalam kondisi higienis. Setiap botol disegel aluminium foil untuk mencegah oksidasi dan kontaminasi. Label mencantumkan nomor batch, tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa (24 bulan), dan barcode pelacakan.

Parameter Produksi

Kapasitas botol
250ml
Suhu ruang pengemasan
20–25°C
Jumlah botol
240botol
Rendemen akhir
≥ 9%

Parameter QC / Pengendalian Mutu

Sterilisasi botol
Tercuci& tersanitasi
Kelengkapan segel
100% utuh
Kelengkapan label
100% lengkap
Isi per botol
250± 2 ml
Rendemen dari kelapa awal
≥ 9%
Ruang pengemasan harus memiliki tekanan positif dan filtrasi udara untuk mencegah kontaminasi mikroba. Botol yang segelnya tidak sempurna langsung dikembalikan untuk pengisian ulang.

Ringkasan Parameter QC per Tahap

Tabel lintas-tahap untuk pemantauan cepat selama inspeksi dan audit internal.

TahapWaktuSuhu TargetParameter QC UtamaToleransi
Penerimaan & Sortasi Kelapa
Raw Material Control — Gate pertama kualitas
30 menitSuhu ruang (25–30°C)
Umur kelapa (pemotongan empiris)
Bobot per butir
Integritas kulit (tidak retak/busuk)
Reject ≤ 3%
Pengupasan & Pemecahan
Preparation — Memisahkan komponen kelapa
1 jamSuhu ruang (25–30°C)
Hasil daging vs bobot total
Kontaminasi sabut/tempurung
Kebersihan peralatan
± 5% bobot
Pemarutan Daging Kelapa
Size Reduction — Memaksimalkan ekstraksi
45 menit≤ 28°C (suhu ruang)
Kehalusan (saringan 1–2 mm)
Suhu ruang selama parut
Warna parutan
Kehalusan ± 0,5 mm
Ekstraksi Santan
Extraction — Memperoleh krim santan kental
1,5 jamAir 35–45°C
Suhu air saat ekstraksi
Rasio air : parutan
Warna santan
Suhu air ± 3°C
Fermentasi Dingin (Cold Process)
Cold Fermentation — Jantung proses Qaluku
18–24 jam26–30°C (tanpa pemanasan)
Suhu inkubasi (catatan per 2 jam)
pH krim (awal → akhir)
Bau fermentasi
Suhu ± 2°C, Durasi ± 2 jam
Penyaringan & Penjernihan
Filtration — VCO jernih bebas partikel
1 jamSuhu ruang (25–30°C)
Integritas filter (tidak bocor)
Kejernihan visual
Endapan setelah 15 menit
Kebocoran filter = 0
Uji Mutu Laboratorium (QC)
Quality Assurance — Verifikasi sebelum rilis
2 jam25°C (ruang lab)
Kadar air (Karl Fischer)
Asam lemak bebas (FFA)
Bilangan peroksida
SNI 7381:2008 ± Qaluku internal
Pengemasan Steril & Pelabelan
Packaging — Proteksi akhir sebelum distribusi
1,5 jamSuhu ruang bersih (20–25°C)
Sterilisasi botol
Kelengkapan segel
Kelengkapan label
Isi ± 2 ml per botol

Protokol Deviasi Suhu

Jika suhu fermentasi melampaui 30°C, aktifkan pendingin ruangan atau pindahkan ke ruang dengan sirkulasi udara lebih baik. Jika suhu turun di bawah 26°C, perpanjang durasi fermentasi maksimal 2 jam tambahan. Catat deviasi pada lembar batch.

Protokol Reject Batch

Batch langsung ditolak jika: kadar air > 0,2%, FFA > 0,2%, peroksida > 2,0, atau organoleptik menyimpang. Batch ditahan (QC Hold) untuk investigasi akar masalah sebelum keputusan akhir disposisi.